Diskominfo Tuban Luncurkan Aplikasi Taprose

Tuban - Gebrakan anyar langsung dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tuban, Jawa Timur, melalui peluncuran aplikasi Tuban Publik Report Services (Taprose). Aplikasi berbasis android ini mengajak masyarakat terlibat langsung, dalam forum diskusi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Aplikasi Taprose ini langsung dipantau oleh Bupati Tuban," ujar Kepala Diskominfo Tuban, Hery Prasetyo, kepada suarabanyuurip.com ketika ditemui di kawasan Pendapa Krida Manunggal Tuban, Kamis (4/5/2017).

Taprose juga memudahkan masyarakat melakukan pengaduan/pelaporan secara tepat sasaran. Publik dapat melakukan review tempat wisata, cafe, tempat makan, dan hotel secara mudah. Aplikasi anyar ini juga memfasilitasi masyarakat dan OPD untuk menjadikan Tuban lebih baik.

Bila selama ini publik mengeluh jalan rusak atau sampah berserakan di media sosial, Taprose kini menjadi wadah baru. Setiap keluhan/aduan dari warga pasti langsung ditangani, sebab dalam pemberitahuan akan ada tandanya.

Warna merah berarti laporan menunggu diproses. Lampu hijau laporan sedang memiliki feedback. Sedangkan lampu kuning artinya laporan sedang diproses. Semua OPD dijamin tidak berani mengabaikan laporan ini, karena ada resiko sanksi dari bupati langsung.

"Nantinya juga dapat diketahui OPD mana yang tanggap maupun yang lelet dalam menindaklanjuti laporan," imbuh Hery.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, siap merespon laporan dari warga terkait potensi bencana. Hal ini sangat memudahkan petugas bergerak cepat, memberikan layanan terbaik untuk publik.

"Kalau ada kebakaran pasti langsung cepat tertangani," jelasnya.

Salah satu pengurus Relawan TIK Tuban, Chusnul, meminta masyarakat Tuban segera mendownlodnya di play store. Sejalan dengan saran, kritik, dan masukan bakal menjadi penyempurna aplikasi ini.

Dalam peluncuran aplikasi ini, juga dihadiri oleh staf Kementerian Komunikasi dan Informatika Bidang Teknologi, Herry Abdul Aziz, Kominfo Jatim, Gresik, Bojonegoro, Lamongan, Relawan TIK Jatim.

Ditambah perwakilan SKK Migas Jabanusa, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Pertamina, PT TPPI, Semen Gresik, dan Holcim. Selain itu juga melibatkan semua organisasi kepemudaaan, 29 lembaga sekolah, perbankan, perguruan tinggi di Tuban. (Aim)

sumber : http://suarabanyuurip.com

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)